Peziarahan Umat ke Makam Katolik Semangkak
KLATEN – Dalam rangka memperingati HUT ke-103, Paroki Santa Maria Assumpta Klaten menggelar Malam Tirakatan dengan tema “Pengharapan dan Kasih”. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengenang perjalanan iman, mensyukuri karya para pendahulu, sekaligus meneguhkan semangat untuk melanjutkan perutusan Gereja di tengah kehidupan zaman sekarang.
Malam Tirakatan diawali dengan Ibadat Sabda di Gereja Santa Maria Assumpta Klaten. Ibadat dipimpin oleh Romo Yoseph Kristanto, Romo Mateus Seto Dwiadityo, dan Frater Georgius Edgar Caesar Lukito. Suasana ibadat semakin khidmat dengan iringan Paduan Suara dan Loro Lopho Choir yang membantu umat menghayati setiap doa dan sabda yang direnungkan.
Dalam homilinya, Romo Yoseph Kristanto mengajak umat untuk melihat kembali peran para leluhur dalam perjalanan hidup dan iman kita, terutama mereka yang hadir dan berjuang pada masa-masa awal pembentukan Gereja di Paroki Klaten. Para pendahulu bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi pribadi-pribadi yang mewariskan teladan keutamaan iman. Mereka berani terlibat, membangun persekutuan, dan menghadirkan Gereja di tengah masyarakat. Warisan iman tersebut menjadi panggilan bagi umat masa kini untuk tidak berhenti pada rasa bangga terhadap sejarah, tetapi meneruskannya melalui keterlibatan nyata.
Usai Ibadat Sabda, umat berarak menuju Makam Katolik Semangkak dengan membawa obor dan lilin yang menyala. Dalam suasana hening dan penuh doa, umat tak henti mendaraskan Salam Maria sepanjang perjalanan. Cahaya obor dan lilin menjadi simbol pengharapan yang terus menyala, sementara doa menjadi ungkapan kasih kepada mereka yang telah mendahului kita.
Sesampainya di Makam Katolik Semangkak, umat mendapat kesempatan mengunjungi makam para leluhur dan mendoakan mereka. Malam Tirakatan pun menjadi momen untuk belajar bahwa Gereja hari ini berdiri di atas iman, pengorbanan, dan kasih mereka yang telah berjalan mendahului kita.
Penulis: Mateus Seto Dwiadityo, Pr